Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Oktober 2008

Life Mapping: A Vision of Success

Success is more than economic gains, titles, and degrees. Planning for success is about mapping out all the aspects of your life. Similar to a map, you need to define the following details: origin, destination, vehicle, backpack, landmarks, and route.

Origin: Who you are

A map has a starting point. Your origin is who you are right now. Most people when asked to introduce themselves would say, “Hi, I’m Jean and I am a 17-year old, senior highschool student.” It does not tell you about who Jean is; it only tells you her present preoccupation. To gain insights about yourself, you need to look closely at your beliefs, values, and principles aside from your economic, professional, cultural, and civil status. Moreover, you can also reflect on your

experiences to give you insights on your good and not-so-good traits, skills, knowledge, strengths, and weaknesses. Upon introspection, Jean realized that she was highly motivated, generous, service-oriented, but impatient. Her inclination was in the biological-medical field. Furthermore, she believed that life must serve a purpose, and that wars were destructive to human dignity.

Destination: A vision of who you want to be

“Who do want to be?” this is your vision. Now it is important that you know yourself so that you would have a clearer idea of who you want to be; and the things you want to change whether they are attitudes, habits, or points of view. If you hardly know yourself, then your vision and targets for the future would also be unclear. Your destination should cover all the aspects of your being: the physical, emotional, intellectual, and spiritual. Continuing Jean’s story, after she defined her beliefs, values, and principles in life, she decided that she wanted to have a life dedicated in serving her fellowmen.

Vehicle: Your Mission

A vehicle is the means by which you can reach your destination. It can be analogized to your mission or vocation in life. To a great extent, your mission would depend on what you know about yourself. Bases on Jean’s self-assessment, she decided that she was suited to become a doctor, and that she wanted to become one. Her chosen vocation was a medical doctor. Describing her vision-mission fully: it was to live a life dedicated to serving her fellowmen as a doctor in conflict-areas.

Travel Bag: Your knowledge, skills, and attitude

Food, drinks, medicines, and other travelling necessities are contained in a bag. Applying this concept to your life map, you also bring with you certain knowledge, skills, and attitudes. These determine your competence and help you in attaining your vision. Given such, there is a need for you to assess what knowledge, skills, and attitudes you have at present and what you need to gain along the way. This two-fold assessment will give you insights on your landmarks or measures of success. Jean realized that she needed to gain professional knowledge and skills on medicine so that she could become a doctor. She knew that she was a bit impatient with people so she realized that this was something she wanted to change.

Landmarks and Route: S.M.A.R.T. objectives

Landmarks confirm if you are on the right track while the route determines the travel time. Thus, in planning out your life, you also need to have landmarks and a route. These landmarks are your measures of success. These measures must be specific, measurable, attainable, realistic, and time bound. Thus you cannot set two major landmarks such as earning a master’s degree and a doctorate degree within a period of three years, since the minimum number of years to complete a master’s degree is two years. Going back to Jean as an example, she identified the following landmarks in her life map: completing a bachelor’s degree in biology by the age of 21; completing medicine by the age of 27; earning her specialization in infectious diseases by the age of 30; getting deployed in local public hospitals of their town by the age of 32; and serving as doctor in war-torn areas by the age of 35.

Anticipate Turns, Detours, and Potholes

The purpose of your life map is to minimize hasty and spur-of-the-moment decisions that can make you lose your way. But oftentimes our plans are modified along the way due to some inconveniences, delays, and other situations beyond our control. Like in any path, there are turns, detours, and potholes thus; we must anticipate them and adjust accordingly.


Selengkapnya...

Kamis, 21 Agustus 2008

5 Rahasia Untuk Sukses di Bisnis

Ada banyak sifat yang dirujukkan pada seorang wirausahawan, misal, pemberani, pembuka jalan, pengambil resiko, bahkan serakah, rakus, dan macam-macam lainnya. Manusia-manusia langka yang berani menghadapi resiko dan berspekulasi dipandang sebagai pengusaha yang tega melakukan apa pun untuk meraih kekayaan sehingga merusak kesehatan dirinya sendiri. Yang jelas, semua image tersebut sudah seharusnya dibuang ke dalam keranjang sampah mistik dan kesalahpahaman.

Di jaman sekarang ini, ada sebuah model baru bagi seorang wirausahawan sejati. Mereka memandangkan kesuksesan sebagai sesuatu yang lain, karena mereka menyadari bahwa bermimpi untuk meraih keamanan melalui kekayaan adalah sesuatu yang benar- benar hanyalah sebuah mimpi belaka.



Mereka menemukan bahwa sebuah keamanan diri bukan berasal dari finansial. Mereka melangkah ke dalam kekuatan batin mereka untuk menempuh tujuan hidup dan menciptakan hidup yang penuh makna, bukan sekedar bisnis belaka. Mereka inilah yang kami sebut sebagai wirausahawan sejati.

Ada lima sifat dan hal yang dimiliki oleh seorang wirausahawan sejati.Yaitu:

1. Visioner.

Wirausahawan model lama biasanya suka melawan sesuatu. Karena, mereka menginginkan kebebasan dan melakukan segala sesuatu menurut cara mereka sendiri,serta percaya bahwa mereka bisa melakukannya jauh lebih baik ketimbang orang lain. Tetapi, bagi seorang wirausahawan sejati, jiwa yang memberontak hanyalah sebagian kecil saja. Bagaimana pun, seorang wirausahawan sejati lebih merupakan seorang yang visioner. Mereka melihat gambar besar yang begitu penuh angan-angan. Mereka juga mempunyai wawasan yang luas akan hidup dan usaha yang ingin mereka ciptakan.

2. Pencipta nasibnya sendiri.

Wirausahawan tradisional menciptakan bisnis, dan ini merupakan motivator terbesar mereka. Namun, ketika bisnis telah diciptakan, kemana lagi mereka akan melangkah? Wirausahawan sejati bergerak menuju nasib dan takdir mereka. Mereka mendapat inspirasi dari sesuatu yang lebih luas daripada sekedar apa yang bisa mereka usahakan. Mereka pun menggali kekuatan batin dalam mereka dan melangkah penuh percaya diri. Mereka bisa tetap melangkah meski hambatan tampaknya mustahil dilalui. Dengan demikian, orang-orang yang tepat, tempat yang tepat dan kesempatan yang tepat bermunculan untuk menolong wirausahawan sejati meraih takdir mereka.

3. Menarik perhatian.

Semua wirausahawan mempunyai mimpi. Sebagian dari mereka berkeinginan untuk mencapai tujuan yang jelas, sedangkan yang lain hanya berkeinginan untuk menjadi seorang wirausahawan yang terkenal dan pertama.Mereka mendorong ide dan bisnis untuk melakukan sesuatu yang mungkin sulit dicapai orang lain. Namun, seorang wirausahawan sejati, bukan sekedar bermimpi, mereka juga orang yang menarik perhatian. Setiap langkah mereka mampu menjadi inspirasi bagi orang lain.

4. Meraih tujuan diri.

Banyak wirausahawan tradisional secara agresif mengejar mimpi dan mengembangkan bisnis yang sangat sukses. Tapi, banyak dari mereka yang tak merasakan kepuasan batin. Kenapa? Karena mereka tidak menyisihkan waktu untuk benar-benar memahami apa yang penting bagi hidup mereka, sebagai akibatnya, mereka menderita banyak penyakit, hubungan yang buruk dan hal-hal lain. Sedangkan wirausahawan sejati menciptakan bisnis dari dalam diri sebagai perwujudan kesadaran jiwa mereka. Mereka mengerti apa yang penting untuk menyelaraskan keyakinan dan mimpi-mimpi mereka untuk memenuhi tujuan hidup mereka.

5. Inspirasional.

Banyak wirausahawan memilih untuk tidak mempunyai karyawan atau rekan kerja. Mereka lebih suka bekerja sendiri. Itu kenapa, seringkali mereka tidak bisa bertindak sebagai supervisor yang baik. Mereka lebih suka mengendalikan semuanya, atau melakukan micromanagement, atau tidak memanage apa-apa. Wirausahawan sejati tahu pentingnya spirit team dan bagaimana membangkitkan inspirasi orang lain agar menjadi kreatif dan mampu mengekspresikan hidup yang penuh makna.

Mereka tahu bahwa memenuhi kebutuhan orang-orang lebih baik bagi klien dan rekan bisnis mereka. Dan, sebagai akibatnya bisnis mereka pun tumbuh.Tak peduli apakah anda sekarang ini adalah seorang wirausahawan atau sedang bermimpi menjadi seorang wirausahawan, memahami bagaimana menjadi seorang wirausahawan sejati tentu mempunyai banyak keuntungan bagi anda.

Anda bisa menyingkirkan cap sebagai seorang wirausahawan tradisional dan memberikan ruang yang lebih luas bagi anda untuk pertumbuhan diri anda. Jika anda siap untuk melangkah maju dan berikrar untuk meraih apa yang anda inginkan, yaitu hidup penuh makna dan sejahtera, inilah waktunya untuk berubah. Ubah pandangan anda dan jadilah seorang wirausahawan sejati sekarang!!

Sumber: haseghawa blogspot

Selengkapnya...